"I know where I'm going and I know the truth and I don't have to be what you want me to be. I'm free to be what I want" (Muhammad Ali)

DON’T KEEP CALM, BLSM IS NOT THE SOLUTION!
Tahun 2008 sudah terbukti, BLSM (dahulu namanya BLT) menjadi kekacauan di masyarakat. pada dasarnya kebijakan BLSM ini kebijakan instant yang bernilai politis. 
Ada sedikit tulisan dari Fahd Djibran
 “Pak Presiden yang baik, Kelak bila harga BBM naik, dengan gagah dan baik hati konon Bapak akan memberi kami kompensasi: Bapak akan membuat kami mengantre untuk mendapatkan uang bantuan agar kami tak merasa kesulitan. Tapi, pikiran kami sederhana saja, Pak, benarkah Bapak suka melihat kami mengantre—panjang-mengular dari Sabang sampai Merauke? Kami tidak suka itu, Pak. Kami tak suka terlihat miskin, apalagi menjadi miskin. Kalau memang Bapak punya uang untuk dibagikan kepada kami, pakailah uang itu, kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan ‘perekonomian nasional’ yang konon sedang gawat itu. Tak perlu naikkan BBM, pakailah uang kami itu: kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan bangsa! Bila perlu, berdirilah di hadapan kami, katakan apa yang negara perlukan dari kami untuk menyelamatkan kegawatan bencana ekonomi negara ini? Bila Bapak perlu uang, kami akan menjual ayam, sapi, mesin jahit, jam tangan, atau apa saja agar terkumpul sejumlah uang untuk melakukan pembangunan dan penyelamatan perekonomian bangsa. Bila Bapak disandra mafia, pejabat-pejabat yang bangsat, atau pengusaha-pengusaha yang menghisap rakyat, tolong beritahu kami: siapa saja mereka? Kami akan bersatu untuk membantumu melenyapkan mereka. Tentu saja, semoga Anda bukan salah satu bagian dari mereka!”

Don’t Keep Calm, BLSM IS NOT THE SOLUTION! 
Kawal paripurna DPR RI, hari senin (17 Juni 2013) kumpul di bundaran psikologi jam 07.00. kenakan Jaket Kuning! :)

DON’T KEEP CALM, BLSM IS NOT THE SOLUTION!

Tahun 2008 sudah terbukti, BLSM (dahulu namanya BLT) menjadi kekacauan di masyarakat. pada dasarnya kebijakan BLSM ini kebijakan instant yang bernilai politis.

Ada sedikit tulisan dari Fahd Djibran


“Pak Presiden yang baik,

Kelak bila harga BBM naik, dengan gagah dan baik hati konon Bapak akan memberi kami kompensasi: Bapak akan membuat kami mengantre untuk mendapatkan uang bantuan agar kami tak merasa kesulitan. Tapi, pikiran kami sederhana saja, Pak, benarkah Bapak suka melihat kami mengantre—panjang-mengular dari Sabang sampai Merauke? Kami tidak suka itu, Pak. Kami tak suka terlihat miskin, apalagi menjadi miskin. Kalau memang Bapak punya uang untuk dibagikan kepada kami, pakailah uang itu, kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan ‘perekonomian nasional’ yang konon sedang gawat itu. Tak perlu naikkan BBM, pakailah uang kami itu: kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan bangsa!

Bila perlu, berdirilah di hadapan kami, katakan apa yang negara perlukan dari kami untuk menyelamatkan kegawatan bencana ekonomi negara ini? Bila Bapak perlu uang, kami akan menjual ayam, sapi, mesin jahit, jam tangan, atau apa saja agar terkumpul sejumlah uang untuk melakukan pembangunan dan penyelamatan perekonomian bangsa. Bila Bapak disandra mafia, pejabat-pejabat yang bangsat, atau pengusaha-pengusaha yang menghisap rakyat, tolong beritahu kami: siapa saja mereka? Kami akan bersatu untuk membantumu melenyapkan mereka. Tentu saja, semoga Anda bukan salah satu bagian dari mereka!”

Don’t Keep Calm, BLSM IS NOT THE SOLUTION!

Kawal paripurna DPR RI, hari senin (17 Juni 2013) kumpul di bundaran psikologi jam 07.00. kenakan Jaket Kuning! :)

Don’t Keep Calm, Pray For Them. Action for them!
Penaikan harga BBM akan menambah 4 Juta rakyat miskin Indonesia.


Pada dasarnya, permasalahan yang ada saat ini terjadi karena manajemen APBN dan tata kelola energi pemerintah yang tidak sehat, maka apakah kesalahan pemerintah harus ditanggung oleh rakyat? Maka kehadiran pemerintah yang seharusnya untuk menjamin kesejahteraan rakyat, sepatutnya kita pertanyakan keberadaannya. 
80 persen lebih masyarakat tidak setuju akan penaikan harga BBM karena akan menaikkan harga bahan pokok. terlebih, sebentar lagi akan memasuki tahun ajaran baru sekolah, bulan suci Ramadhan, dan Hari Raya Idhul Fitri. dengan kondisi ini akan menambah beban masyarakat. 
bismillah, terus berdoa dan berusaha mengawal rapat paripurna DPR RI pada tanggal 17 Juni 2013.

Don’t Keep Calm, Pray for Them. Action for Them!
 

Don’t Keep Calm, Pray For Them. Action for them!

Penaikan harga BBM akan menambah 4 Juta rakyat miskin Indonesia.

Pada dasarnya, permasalahan yang ada saat ini terjadi karena manajemen APBN dan tata kelola energi pemerintah yang tidak sehat, maka apakah kesalahan pemerintah harus ditanggung oleh rakyat? Maka kehadiran pemerintah yang seharusnya untuk menjamin kesejahteraan rakyat, sepatutnya kita pertanyakan keberadaannya.

80 persen lebih masyarakat tidak setuju akan penaikan harga BBM karena akan menaikkan harga bahan pokok. terlebih, sebentar lagi akan memasuki tahun ajaran baru sekolah, bulan suci Ramadhan, dan Hari Raya Idhul Fitri. dengan kondisi ini akan menambah beban masyarakat.

bismillah, terus berdoa dan berusaha mengawal rapat paripurna DPR RI pada tanggal 17 Juni 2013.

Don’t Keep Calm, Pray for Them. Action for Them!

 

Public lecture from Karen Armstrong, The Message of Compassion.

Public lecture from Karen Armstrong, The Message of Compassion.

Text

aaaaaa

Jujur saja, sebenarnya saya bukan tipe yang suka menulis, apalagi dengan topik yang akan saya bahas kali ini. Saya yakin jari-jari saya akan kaget ketika menyadari bahwa hati saya tergerak untuk melakukan kegiatan yang paling buang-buang waktu bagi seseorang seperti saya, menulis. Saya juga menulis sih, namun menulis lagu, dan masa-masa kuliah saya selama ini hanya dihabiskan untuk kegiatan seni dan mencari perempuan yang mau mengurusi masa depan bersama saya #aheeey. Nah, lalu apa yang membuat hati ini begitu tergerak? The Answer is: I Saw BULLSHIT.

Langsung ya, beberapa waktu belakangan ada topik yang dibahas heboh oleh beberapa kalangan di Indonesia. Marak ya, marak, BBM (bahan bakar minyak) katanya mau naik harga. Oke terus kenapa? Sebenarnya bukan masalah BBM naiknya bung, jika mau dinaikkan terserah saja, namun salah satu penyebab utama kenapa BBM mau dinaikan ini membuat mahasiswa Ilmu Administrasi Negara seperti saya, dan mungkin banyak diantara kami, akan bengong. Bengong dan terenyuh tepatnya. Kenapa? Mungkin karena We Saw The BULLSHIT.

Salah satu penyebab yang digembar-gemborkan menjadi alasan dibalik naiknya harga BBM adalah kebocoran APBN. Oke buat yang belum pernah denger APBN, benda asing ini adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dibuat sama pemerintah buat orang se-Indonesia loh. Kalangan tertentu dan Pemerintah mengklaim bahwa salah satu penyebab utama bocornya anggaran ini disebabkan oleh subsidi BBM yang dianggarkan oleh pemerintah. Menaikkan harga BBM akan menguragi subsidi BBM sehingga akan tercapai penghematan anggaran. Jika temen-temen surfing di Internet dan obrak-abrik info, akan ditemukan bahwa anggaran buat subsidi BBM ini sebesar Rp. 193,8 Trilliun. Jumlah yang banyak, jika dibelikan kerupuk, banjir kerupuk tuh satu RT saya. Nah, sampai disini akan saya tanyakan satu hal, benarkah subsidi BBM adalah penyebab kebocoran anggaran sehingga Pemerintah harus mengambil langkah sakti untuk menaikkan harga BBM guna mengurangi subsidinya?

Let’s see The BULLSHIT

Pertama, dalam anggaran itu terdapat beberapa hal penting yang berkaitan dengan masalah kali ini, yaitu apa saja yang dianggarkan, keberpihakan Pemerintah, dan sumber pemasukan. Kedua, terdapat mis-metode dalam anggaran Negara yang diterapkan. Yuk, dibahas satu-satu.

Dalam anggaran Pemerintah tentunya tidak hanya terdapat anggaran subsidi BBM. Salah satu yang memiliki jumlah besar adalah anggaran belanja pegawai, yaitu dianggarkan sebesar Rp. 241,1 Triliun tahun 2013. Lebih besar dibandingkan dengan anggaran subsidi BBM. Namun, kenapa pemerintah tidak memangkas belanja pegawai yang justru outcomes-nya hanya dinikmati oleh kalangan birokrat saja? Fakta kedua adalah mengenai pemasukan, IMF menduga bahwa kehilangan potensi pajak Indonesia mencapai 40%. Potensi pendapatan Pajak Indonesia sesungguhnya dapat memberikan sumbangan pemasukan yang tinggi terhadap Indonesia apabila diselenggarakan secara optimal. Namun, kenapa Pemerintah bukannya me-reform penyelenggaraan pajak agar pemasukan Negara mampu menutupi pengeluarannya, alih-alih merencanakan pencabutan subsidi BBM?

Menurut saya, jawabannya adalah masalah keberpihakan pemerintah. Saat akan melakukan reform penyelenggaraan pajak dan mereform penganggaran belanja pegawai yang akan banyak berkorban adalah Pemerintah. Reformasi Birokrasi dikedua bidang ini akan mengungkap banyak kasus korupsi dan ada kemungkinan si pembuat kebijakan akan terseret juga kedalam jeruji besi. Belanja pegawai ada pada rating yang tinggi karena ada banyaknya pegawai pemerintah di Indonesia yang harus di gaji dan beban pensiun. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini tidak sesuai dengan kebutuhan dan secara kualitas sangat menyedihkan. Untuk mengatasi hal ini perlu diadakan pemerataan dan pemangkasan jumlah PNS. Isu ini membuat Pemerintah harus berhadapan dengan internalnya sendiri. Jika pembaca pernah magang di kantor Pemerintahan, teman-teman akan langsung mengerti apa yang saya katakan disini. Banyak sekali kerugian Negara dan Kebocoran Anggaran untuk mebiayai PNS yang gabut bahkan sampai mereka pensiun. Belum lagi anggaran yang terbuang untuk ribuan perda-perda yang salah substansi pertahunnya karena tidak cakapnya PNS yang berwenang. Mereka ini adalah pengangguran terselubung dan merupakan beban Negara. Semua kerugian itu juga belum dihitung beserta kerugian eksternalitas yang mereka sebabkan. Selain itu, hal ini belum termasuk pengorbanan pemerintah jika berani mereform sektor pajak. Pertanyaan sederhana, sudikah Pemerintah melakukan itu semua demi optimalisasi anggaran?

Sesungguhnya akan lebih mudah mencabut subsidi BBM. Lawan yang dihadapi pemerintah hanyalah masyarakat Indonesia yang ramah dan pemaaf. Civil society yang terpecah belah seperti masyarakat Indonesia bukanlah tandingan Pemerintah, sehingga langkah ini akan jauh lebih mudah untuk diambil. Efektif. Dengan kata lain keberpihakan Pemerintah ada pada birokrat bukan masyarakat. Mereka akan memilih langkah yang mudah meskipun jumlah anggaran belanja pegawai lebih besar dari subsidi BBM. Lack of Political Will. Mereka akan tetap menaikkan harga BBM karena kebijakan tersebut memiliki banyak celah yang menguntungkan pemerintah. Legalisasi money politic misalnya.

Dengan menaikkan harga BBM maka akan diikuti juga dengan program BLT atau sejenisnya. Sehingga kebijakan populis itu akan memberi image positif bagi pemerintah di pemilu 2014 mendatang. Selain itu memberikan bantuan langsung sangat jauh dari konsep community development yang dalam jangka panjang justru membuat masyarakat lebih terpuruk. Jadi perlu diluruskan pemikiran mengenai menyelamatkan APBN dengan menaikkan harga BBM. That’s So BULLSHIT You Know?

Terakhir, adalah alasan kuat kenapa saya sangat ingin menulis mengenai hal ini. Sumber kebocoran anggaran yang utama sesungguhnya bukan dari apa saja yang dianggarkan, tetapi dari paradigma pembuatannya. Sebelum membahas lebih lanjut silahkan memahami dua sistem pembuatan anggaran berikut:

Line item budgeting

Line item budgeting adalah penyusunan anggaran yang didasarkan pada dan dari mana dana berasal (pos-pos penerimaan) dan untuk apa dana tersebut digunakan (pos-pos pengeluaran). Jenis anggaran ini dianggap paling tua dan banyak mengandung kelemahan atau sering pula disebut traditional budgeting. Line item budgeting mempunyai sejumlah karakteristik penting, yaitu tujuan utamanya adalah untuk melakukan pengendalian keuangan, sangat berorientasi pada input organisasi.

Penjelasan sederhana: Misalkan kepolisian menganggarkan membeli helikopter, beberapa senjata, Police Line, Mobil patrol, dan lain-lain. Fokus pada input. Pada era akuntabilitas info ini tidak ada artinya bagi masyarakat.

Performance Budgeting

Performance budgeting (anggaran yang berorientasi kinerja) adalah sistem penganggaran yang berorientasi pada output organisasi dan berkaitan sangat erat dengan visi, misi, serta rencana strategis organisasi.

Penjelasan sederhana: Visi Kepolisian adalah mengurangi pemerkosaan di Jakarta. Barang yang dianggarkan untuk mencapai visi adalah helikopter, beberapa senjata, Police Line, Mobil patrol, dan lain-lain. Outcomes: pemerkosaan berkurang 40%.

Indonesia yang merupakan peradaban modern secara menarik masih menerapkan mekanisme Line Item Budgeting (LIB) dalam penyelenggaraan anggarannya. Dampak yang dialami oleh para birokrat adalah, kinerja yang buruk saat anggaran tidak terserap semua (artinya semua barang yang telah dianggarkan harus terbeli dan uang harus habis) dan anggaran kedepan akan dipotong jika anggaran tidak terserap dengan baik. Mudahnya, Pemerintah hanya memiliki dua pilihan status diakhir masa anggaran, status anggaran 0 atau defisit. Surplus akan dianggap sebagai kinerja buruk karena dianggap penyerapan anggaran instansi rendah

Sistem semacam ini yang menjadi dasar kebocoran anggaran. Bagaimana Indonesia bisa melunasi hutang jika anggaran negaranya mustahil surplus. Terlebih lagi di era desentralisasi seperti sekarang. Belakangan saya mendengar bahwa Indonesia mulai menerapkan Performance Based Budgeting (PBB), akan tetapi Indonesia adalah Prismatic Society, Masyarakat Feodal dalam sistem Modern sehingga hasilnya tetap kembali ke LIB.

Jadi, sebenarnya kita tidak perlu capek-capek menganalisa apakah BBM merupakan penyebab bocornya anggaran atau bukan. Semua yang akan dianggarkan, apapun yang dianggarkan, cepat atau lambat akan mengalami kebocoran anggaran selagi sistem LIB melekat pada Pemerintah Indonesia. Namun jika tetap ingin ngotot studi tentang apa yang dianggarkan, maka kita harus kembali pada pertanyaan kepada siapa Pemerintah kita berpihak?

Saya sudah menyampaikan opini bodoh saya mengenai masalah ini. Sekarang buat teman-teman silahkan menilai, apakah alasan kebocoran anggaran untuk menaikkan harga BBM ini memiliki dasar yang kuat. Dan buat Pemerintah, saya hanya ingin mengatakan Enough! WE SAW THE BULLSHIT!

Henov Iqbal Assidiq

Koordinator Kemahasiswaan BEM UI 2013

Mr. Anonymous mask keliling UI untuk sosialisasi diskusi publik jam 13 hari ini. :)

Mr. Anonymous mask keliling UI untuk sosialisasi diskusi publik jam 13 hari ini. :)

Let’s discuss, stay awesome! :)

Let’s discuss, stay awesome! :)

yuk pakai gambar ini jam 19.00 nanti di avatar twitter, DP BBM, dan lainnya , nanti serentak jam 19.00 malam ini ya. :)

yuk pakai gambar ini jam 19.00 nanti di avatar twitter, DP BBM, dan lainnya , nanti serentak jam 19.00 malam ini ya. :)

Sebuah Perjalanan: Audiensi BEM Se-UI ke DPR #BBM

azharnurunala:

Berikut sedikit dokumentasi audiensi yang dilakukan oleh BEM Se-UI di DPR (11/6/2013) terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM (mengurangi alokasi subsidi BBM lewat APBN-P). BEM UI sudah mengirimkan surat ke semua fraksi untuk audiensi, namun baru Fraksi PDIP dan Demokrat yang sudah…

Source: azharnurunala

"Politik itu memelihara agama dan mengatur masyarakat"

- Abdi Kurnia-Ceramah bada dzuhur MUI

Text

Ibu hanya terbaring lelap sendiri di tengah malam. Aku baru pulang ke rumah setelah seminggu sebelumnya ada di kampus, dan akhir pekan memang waktu dimana aku mewajibkan diriku untuk pulang ke rumah. Untuk menemui keluarga, yang belakangan rasa cinta ku terhadap mereka menjadi semakin tinggi. Aku melihat ibu terbaring lelap. Entah apa yang dirasa.

Aku menatap beliau dalam waktu yang lama. Ibuku sekarang sendiri, benar-benar sendiri. Rasa ini hampir sama seperti ketika dahulu almarhum bapak masih ada, dan beliau pergi keluar kota. Namun yang jadi beda adalah, dahulu kami masih berharap dan pasti bapak akan pulang. Namun sekarang, kami tahu tidak bisa lagi berharap kapan Bapak datang, karena yang sekarang Ibu rasa adalah, sendiri. Tidak lagi ada yang mendampingi.

sendiri yang hakiki, kalau boleh memberikan klaim mungkin itulah yang dirasakan Ibu.

Ini bukan seperti seorang pria ataupun wanita yang belum mendapatkan pacar, lalu mengeluh sakit karena kesendiriannya.

Ini bukan tentang anak kecil yang tersesat di pusat perbelanjaan lalu menangis mencari orangtuanya karena dia tidak berani sendiri.

Ini bukan mengenai tersesat di sebuah pulau yang tidak berpenghuni.

Ibu sendiri, ditinggal pergi oleh suami tercinta, harus melalui malam dan siang yang sepi dan menghidupi lima orang anaknya.

Bagiku, itu sendiri yang hakiki. Tidak ada yang mengerti.

Tapi aku meyakini, Allah selalu menemani Ibu setiap waktu dalam sendirinya.

Aku makin cinta Ibuku, yang sekarang sedang sendiri.

Selamat Ulang Tahun Bu, :)

image

ceritasebelumtidur:

6 Juni 2013
Kalau kata Mr @AzharNurnala, ‘Ketika terlalu pagi untuk disebut malam & kita masih tersenyum lugu.’
Dan, kadang untuk beberapa hal perlu sengaja untuk ditunda agar menjadi istimewa karena bersama. Untuk setiap bingkisan yang diterima, semoga bermakna uuyeaa >:D

:)

ceritasebelumtidur:

6 Juni 2013

Kalau kata Mr @AzharNurnala, ‘Ketika terlalu pagi untuk disebut malam & kita masih tersenyum lugu.’

Dan, kadang untuk beberapa hal perlu sengaja untuk ditunda agar menjadi istimewa karena bersama. Untuk setiap bingkisan yang diterima, semoga bermakna uuyeaa >:D

:)

Source: ceritasebelumtidur